Buku Biografi dan Superman is Dead

Ngomong-ngomong soal Superman Is Dead, bisa dibilang saya tumbuh besar dengan lagu-lagu band ini. Saya punya semua rilisan fisik keluaran major label (kecuali album terakhir versi digital) dan album Bad, Bad, Bad. Pertama dengar nama band ini waktu saya masih kelas 3 SMP. Waktu itu sudah ada majalah yang membahas profil band ini.

Beranjak SMA, terbitlah album Kuta Rock City. Tak perlu waktu lama untuk membuat saya hafal semua lagu di album ini. Saya punya CD dan kasetnya. Sampai-sampai, saking seringnya di putar, CD tersebut scratch dan track ‘Musuh Sahabat’ tidak bisa saya nikmati lagi dengan jelas. Selain itu, saya pun rajin membeli majalah-majalah yang memuat profil dan info-info terkini mengenai SID juga rajin nongkrongin MTV yang menjadikan SID sebagai Exclusive Artist of the Month. Tidak lama setelah itu, ahirnya saya berhasil untuk menyaksikan live performance mereka secara langsung di acara MTV Threesome.

Seiring berjalannya waktu, saya rajin browsing-browsing di internet juga rajin beli-beli majalah. Tidak banyak teman semasa SMA saya menyukai SID, terlalu keras (musiknya) katanya. Jadilah saya tidak punya teman untuk berdiskusi.Sampai saya beranjak kuliah di Singapura, saya membawa album Black Market Love dan beberapa majalah yang memuat profil SID. Setelah selang beberapa tahun, terbitlah album Angels & The Outsiders. Sampai dua tahun setelah album tersebut rilis, Green Day mengadakan konser di Singapura.

Hubungannya adalah?

Di hari Green Day konser, SID menggelar gig di sebuah bar  di daerah Clarke Quay. Nama barnya Yello Jello. Sebelum berangkat konser, yang saya pastikan berada di dalam tas adalah tiket konser Green Day dan Cd Angels & The Outsiders. Selesai konser dari Kallang Indoor Stadium, saya naik bis nomor 54 ke Clarke Quay.

Sesampainya disana suasana sudah lumayan ramai, tapi sepertinya SID belum tiba di venue. Mungkin mereka habis nonton Green Day juga, pikir saya waktu itu. Kira-kira hampir satu jam menunggu, acara pun dimulai. Sangat intim. Tidak ada adegan dorong-dorongan. Bahkan saya hanya berjarak dua jengkal dengan Eka Rock.

Beres acara, saya berkesempatan foto bareng personil SID dan meminta untuk melegalisir CD Angels & Outsiders saya. Kemudian acara malam itu saya tuliskan di web yang dibuat oleh para mahasiswa Indonesia di Singapura. Pada saat itu website sempat down beberapa saat karena membludaknya pengunjung. Hal itu terjadi karena Jerinx me-retweet link dari saya.

Satu tahun setelahnya, saya kembali ke Jakarta dan bekerja di sebuah perusahan media yang masih satu grup dengan majalah yang namanya sering disebut di buku Bio SID 20th. Tiga tahun saya bekerja disana dan selalu berharap untuk bertemu SID entah di kantin atau di studio belakang. Tapi nasib saya kurang mujur, saya tidak pernah bertemu mereka di kantor, yang saya temui hanyalah Setia band.

Processed with VSCO with hb2 presetBuku Biografi SID 20th.

Berbicara mengenai buku biografi ini, saya rasanya seperti membaca majalah yang saya baca di tahun 2003. Beberapa kejadian yang dituliskan dalam buku tersebut, saya alami dan menyimak cerita itu pada masanya.Ya.. seperti yang tadi saya tuliskan diatas. Saya tidak butuh waktu yang lama untuk membaca buku ini, begitu buku pesanan saya datang, langsung saya baca habis. Walaupun saya sudah ngantuk karena saya mbak-mbak kantoran yang sudah grabak-grubuk dari pagi. Tapi saya tidak bisa berhenti membaca buku ini sampai halaman terahir. Dan tidak lupa saya memotretnya dengan niat, komplit beserta kembang sebagai properti agar terlihat sedikit kekinian.

Ada dua bagian yang secara pribadi saya suka dalam buku ini. Pertama pada bagian yang menceritakan watak Jerinx yang mudah meledak-ledak kemudian akan meminta maaf jika dirasa perlu. Ketika saya membaca tulisan ini, hanya berbeda satu hari setelah Jerinx upload foto di instagram mengenai band-band dan acara Soundrenaline. Setelahnya, Jerinx pun menunggah foto lagi di Instagram yang berisi permintaan maaf atas postingan sebelumnya. Kedua, cerita tentang sifat Bobby yang sulit tersinggung, selalu cool dan berkepala dingin. Saya hanya berkomentar dalam hati; Virgo banget!

Rasanya saya masih belum puas membaca bukut tersebut. Seperti masih ingin membaca hal-hal lainnya yang belum diceritakan. Hahahaha! Yah semoga sekuel buku ini cepat keluar. Dan semoga saya bisa duduk satu meja dan minum bir dingin (capital, underline, bold dan berwarna merah) bersama para personil SID.

Amin.
Selamat siang, salam olahraga.

Cheers.

Note: ditulis pertama kali pada Rabu, 9 September 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s