Catatan Kaki 2016

Tahun 2016 berjalan amat cepat dan terasa tanpa jeda. Bulan Januari di tahun 2016 terasa berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya. Januari adalah bulan yang terasa amat lama, namun tidak untuk tahun ini. Rasanya baru kemarin gue merasakan matahari terbit di tanggal 1 Januari 2016. Matahari terbit yang disambut dengan gerimis dan kesedihan. Awal yang cukup pahit dan manis. Entah bagaimana gue harus menggambarkan awal tahun 2016 ini. Terlalu absurd untuk menggambarkan apa yang gue rasakan selepas malam tahun baru 2016.

Tahun 2016 berjalan sangat cepat dan dinamis. Gue tidak bisa merunut satu-persatu apa-apa saja yang terjadi dari bulan Januari hingga Desember. Tentunya gue menjalani tahun ini dengan tidak mudah. Tidak melulu berisi kesenangan dan jalan-jalan. Banyak tersimpan problematika dan kesedihan di balik semua foto-foto dan tulisan indah.

I choose to keep my personal matter only to myself. Tidak perlu di sebar luaskan apalagi untuk disantap hangat-hangat di media sosial. I only share happines to all the good people. Mungkin banyak yang mengira gue selalu happy dan nggak pernah bete. Jangan sedih, the hardest part is already covered. Tak perlu dinaikan ke permukan hingga seluruh dunia harus tau. Hey! Im not that self conscious bitch. Yang mana seluruh dunia harus tau segala problematika hidup lo.

Ada hal-hal yang cukup berat yang harus gue lalui tanpa sepengetahuan banyak orang. Pencarian solusi yang cukup memakan waktu dan perasaan perlahan menemukan titik cerah. Seperti yang diajarkan ketika gue belajar menari Saman, “setiap proses itu menyakitkan, namun harus dinikmati untuk menjadi bisa”. Dan sejak itulah, gue selalu menghargai yang namanya proses. Toh makan mie instan juga pake proses (memasak).

Tahun ini gue banyak berkesempatan bertemu dengan banyak orang baru, dan tentunya teman-teman baru yang selalu memberi energi positif. I surround myself with good and positive energy. Sepertinya hanya itu hal terbaik yang dapat gue lakukan to stay sane.
Terlalu banyak memori indah untuk diabadikan di tahun 2016 ini. Segala kejadian dan kenangan buruk, biarlah menjadi bagian sejarah sebagai batu pijakan untuk melompat lebih tinggi.

2016, I’ve learned my lesson. Thank you for the bittersweet memories, the joy, the good times and the bad. 

Processed with VSCO with hb2 preset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s