Sheila on 7: Yang Ter-Muach di Hati

Sheila on 7 adalah salah satu band yang menemani gue tumbuh dan berkembang menuju ABG. Pertama kali mereka keluar itu, gue sedang disibukkan dengan persiapan EBTANAS. Iya, gue masih pakai seragam merah putih waktu itu (kalau kalian menghitung umur gue, hasilnya gue masih muda belia ketika gue menulis tulisan ini). Yang mengenal gue dengan benar, sudah pasti tahu betul ini adalah satu band favorit gue sepanjang masa. Tapi nggak sedikit juga yang kaget bisa-bisanya gue suka sama ini band atau tidak menyangka gue bisa suka sama ini band. Ya memang, kalau pagi-pagi itu gue lebih suka nyetel Dialog Dini Hari atau Sigur Ros. Bahkan gue hafal hampir semua lagu Superman is Dead pun koleksi albumnya lebih lengkap dari pada koleksi album Sheila on 7.

Emang sih nggak jarang gue menemui orang yang malu-malu untuk mengakui kalau mereka itu suka sama Sheila on 7. Tapi karena populasi yang begini ada banyak, jadi gue maklumi saja. Setidaknya mereka pasti menyanyi dengan lantang di dalam hati kalau ada lagu dari Sheila on 7 dikumandangkan.

Kenapa gue tiba-tibe beride bikin playlist Sheila on 7? Karena kemarin gue kesasar di satu blog seseorang yang tidak gue kenal. Orang tersebut menuliskan lagu-lagu Sheila on 7 favoritnya. Kemudian gue pun tergerak untuk bikin satu playlist yang isinya lagu-lagu Sheila on 7 yang Ter-muach di hati gue. Daftar di bawah tidak sesuai urutan dari lagu mana yang paling gue suka, karena untuk menentukan lagu Sheila on 7 mana yang paling gue suka itu lebih susah dari pada harus menghafal rumus phytagoras.

1. Dan..

Sepertinya lagu ini tidak perlu penjelasan lebih lanjut kenapa harus ada di dalam playlist. Lagu yang maha fenomenal dengan video klip dramatis dan lirik lagu yang sering gue pergunakan dalam kehidupan sehari-hari “bersinar dan berpijar”. Namun tentunya, kalian tidak perlu mencaci maki gue agar kalian bersinar dan berpijar seperti dulu kala.

2. Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki

Alasan kenapa ada lagu ini di dalam daftar adalah intronya yang membawa gue seperti sedang berada di dalam sebuah bus dalam perjalanan yang jauh dan melempar pandangan jauh ke luar jendela.

3. Berai

Untuk ukuran anak yang masih pakai seragam merah putih ketika pertama kali mendengarkan lagu ini, mungkin lirik “Kau kemasi kasih sayangmu” bisa gue abaikan begitu saja. Namun sekarang gue bisa berpikiran betapa jeniusnya kalimat tersebut di dalam sebuah lagu. Pun ada masanya saat saat gue patah hati, gue mencoba bergegas ambil langkah sendu. Jika tidak, mungkin sudah terjaga oleh kelam dan terimbas dengan suram.

4. Pe De

Bayangin kalau bukan Duta yang nyanyi lagu ini. Gue gak kebayang kalo lagu ini hadir di zaman sekarang dengan lirik “Dor! Aku memang nggak funky tapi bukan gembel yang hidup tanpa usaha”. Coba bayangkan!

5. Perhatikan, Rani!

Menurut gue, lagu ini memiliki lirik dan makna yang mendalam. Lagu tentang seorang kakak bernama Rani yang meninggalkan Jakarta demi masa depan cipta. Ada jalinan personal antara gue dengan lagu ini, yaitu ketika gue harus belajar berpijar meninggalkan Jakarta demi masa depan cipta agar gue tidak takut dan layu pada semua cobaan yang menerpa gue. Bedanya, gue nggak mencorat-coret lukisan sebelum gue memadamkan sekejap warna-warni duniaku. Dan sepertinya, Duta tidak perlu memakai kacamata berwarna ungu sambil duduk senderan dalam video klip ini.

6. Sahabat Sejati

Lagu ini sepertinya lebih mengena ketika dikumandangan pada saat acara perpisahaan. Lagu tentang sahabat sejati yang setting video klipnya sangat mengena di kehidupan seharai-hari pada zaman itu. Kayak persahabatan antara gue dan shabat-sahabat gue yang tak pernah memikirkan ujung perjalanan. Walaupun ujung perjalanannya sama seperti teriakan pada lagu ini, Jakarta!

7. Bila Kau Tak Disampingku

Lagu ini gue masukkan ke dalam playlist karena simply gue suka aja sama lagunya. Tapi karena pernah ada becandaan internal dengan lagu ini, maka lagu ini menambah panjang nomor yang yang gue masukan ke dalam playlist.

8. Sebuah Kisah Klasik

Lagu yang digadang-gadang menjadi sebuah lagu wajib untuk sebuah acara perpisahan ini wajib hukumnya masuk ke dalam playlist. Namun untuk gue pribadi, lagu ini lebih mengena kepada momen saat gue sedang dalam perjalanan jauh atau sedang bermain-main dengan deburan ombak. Momen dimana gue bermain air di hamparan lautan luas adalah momen dimana gue harus bersenang-senang karena waktu ini yang akan gue rindukan di hari nanti. Momen dimana gue bertemu dengan orang-orang baru di tengah perjalanan karena waktu ini yang akan gue banggakan di hari tua. Sebuah kisah klasik untuk masa depan.

9. Mari Bercinta

Lagu yang maha intelek sehingga membuat gue mengharuskan membuka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) untuk mengetahui arti kata dari ‘Ejawantah’. Bayangin aja waktu lagu ini keluar gue masih sekolah kelas 2 SMP yang bisa sekiranya tidak dapat langsung tau secara mentah-mentah arti kata ejawantah. Anton Widiastanto, mantan drummer Sheila on 7, patut diberi piagam penghargaan karena sudah menciptakan lagu maha indah dengan lirik yang luar biasa hebatnya, “Tentukan yang utama, yang satu tercintaa.. Kan jadi teman hidup yang setia..”.

10. Terima Kasih Bijaksana

Lagu yang maha bijaksana dari seorang pria yang berkata ke si pesona rahasia lagu ini bahwa ia tak peduli berapapun berat badannya nanti, si pesona rahasia ini akan tetap menjadi yang Ter-MUACH dihati. Walau ada sedikit ketakutan diawal bahwa ia terlalu liar untuk dimiliki, namun sesegera mungkin ia tepis bahwa itu hanya persinggahan egonya semata.

11. Melompat Lebih Tinggi

Bagai hutan dan hujan, lagu ini sudah kayak lagu penyemangat ketika olahraga. Apalagi kalau lagi lari. Tapi sayangnya, gue nggak suka lari apalagi dari kenyataan. Jadi setiap kali gue mendengar lagu ini, gue selalu membayangkan diri gue sedang lari pagi. Namun gue hargai usaha mereka yang rela memetik bintang untuk kau simpan.

12. Hari Bersamanya

Lagu dari seorang anak yang minta dilancarkan harinya kepada Tuhan membawa lagu ini kedalam playlist. Lagu yang buat gue level kesedihannya melebihi Sebuah Kisah Klasik untuk dikumandangkan dalam sebuah acara perpisahan. Seorang teman pernah membuat satu video stop motion yang mana video tersebut menggambarkan sebuah acara ulang tahun untuk terakhir kalinya yang dirayakan bersama teman dekat di sebuah apartemen yang pernah kami tinggali bersama-sama dengan latar lagu ini. Buat gue ada rasa haru tersendiri jika Tuhan melancarkan hariku bersama teman-temanku yang sekarang sudah berhamburan kemana-mana. Ditambah lokasi pembuatan video klip ini berada di sebuah sekolah dimana gue menghabiskan hari-hari gue selama tiga tahun di SMA bersamanya.

Simak Sheila on 7: Yang Ter-Muach di Hati

img_2854

 

 

 

Hari yang Bersinar dan Berpijar

12:00 am

Sekiranya itu yang tertera di layar telepon genggam saya. Hari dan tanggal pun berganti.

Selamat ulang tahun, to whom it may concern. Sehat wal afiat dan segala hal baik menyertai. Semoga bersinar dan berpijar layaknya lagu Sheila on 7.

09:00 am

Sekiranya itu yang tertera di layar telepon genggam saya. Hari dan tanggal pun masih sama dengan yang terakhir kali saya lihat di layar telepon genggam saya.

Selamat ulang tahun, to whom it may concern. Panjang umur dan murah rezeki. Semoga bersinar dan berpijar layaknya lagu Sheila on 7.

03:58 pm

Sekiranya itu yang tertera di layar telepon genggam saya. Hari dan tanggal pun masih sama dengan yang terakhir kali saya lihat di layar telepon genggam saya.

Selamat ulang tahun, to whom it may concern. Selalu disibukkan dengan hal-hal baik yang memberi kehidupan. Semoga bersinar dan berpijar layaknya lagu Sheila on 7.

Hujan deras menyertai, kata orang pertanda baik. Pertanda akan dimurahkan rezekinya. Semoga berkah.

05:37 pm

Sekiranya itu yang tertera di layar telepon genggam saya. Hari dan tanggal pun masih sama dengan yang terakhir kali saya lihat di layar telepon genggam saya.

Selamat ulang tahun, to whom it may concern. Sehat wal afiat dan segala hal baik menyertai. Semoga bersinar dan berpijar layaknya lagu Sheila on 7.

Agaknya awan masih ingin melepaskan rindunya kepada tanah. Padahal senja sudah bersiap menebar pesona. Senja sudah tidak sabar ingin mulai menari dengan semburatnya dan mengejawantahkan sebuah titah seperti lagu Sheila on 7. Tetapi awan tetap bersikeras untuk tidak beranjak melepaskan rindunya.

08:47 pm

Sekiranya itu yang tertera di layar telepon genggam saya. Hari dan tanggal pun masih sama dengan yang terakhir kali saya lihat di layar telepon genggam saya.

Selamat ulang tahun, to whom it may concern. Selalu dalam lindungan-Nya. Semoga bersinar dan berpijar layaknya lagu Sheila on 7.

Time flows in strange way on sunday kalau kata Haruki Murakami. Ya, ini hari minggu. Di jam yang sudah semestinya digunakan untuk berlapang dada (layaknya judul lagu Sheila on 7) merelakan perpisahan dengan pagi, siang dan senja di hari Minggu.

10:00 pm

Sekiranya itu yang tertera di layar telepon genggam saya. Hari dan tanggal pun masih sama dengan yang terakhir kali saya lihat di layar telepon genggam saya.

Sekali lagi selamat ulang tahun, to whom it may concern. Selalu berbahagia dalam merayakan kehidupan. Semoga bersinar dan berpijar layaknya lagu Sheila on 7.

Sudah malam, waktunya padamkan bara. Waktunya pejamkan mata dan tiada lagi berkata seperti layaknya lagu Sheila on 7.
Selamat Malam, salam olahraga.
Note: tulisan ini bukan mengenai lagu Sheila on 7.
Dirgahayu! 

 

Originally posted on Sunday, May 3, 2015.